Harga Kelapa di Malaysia Turun Lagi, Ekspor Kelapa Bulat dari Sungai Guntung Merosot Drastis

Harga Kelapa di Malaysia Turun Lagi, Ekspor Kelapa Bulat dari Sungai Guntung Merosot Drastis

VLOOD.ID - Penurunan harga kelapa di Malaysia kembali memberikan tekanan terhadap aktivitas ekspor kelapa bulat dari Pelabuhan Sungai Guntung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Di tengah permintaan yang terus melemah, eksportir kini harus menghitung biaya secara lebih cermat agar tidak mengalami kerugian.

Meski aktivitas pelayaran dan bongkar muat di Pelabuhan Sungai Guntung masih berlangsung normal, volume pengiriman kelapa bulat ke Malaysia mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Sungai Guntung, Capt. Yovan Siahaan, mengatakan pelabuhan tetap beroperasi melayani distribusi komoditas kelapa, baik untuk kebutuhan antarpulau maupun ekspor. Namun, jumlah pengiriman sangat bergantung pada permintaan pasar dan ketersediaan muatan.

"Berdasarkan pencatatan dokumen operasional di Pelabuhan Sungai Guntung, aktivitas pengiriman komoditas kelapa bulat dengan tujuan negara Malaysia memang menunjukkan tren penurunan yang sangat signifikan dalam beberapa waktu terakhir," ujar Capt. Yovan.

Data operasional pelabuhan menunjukkan volume ekspor kelapa bulat tujuan Malaysia turun sekitar 78,43 persen dari Maret ke April 2026. Penurunan tersebut setara dengan sekitar 1.745 ton hanya dalam waktu satu bulan.

Sementara itu, pada Mei 2026, volume pengiriman masih berada di bawah Maret 2026 dengan penurunan sekitar 42,02 persen, menandakan permintaan pasar belum kembali pulih.

Menurut Capt. Yovan, kondisi ini dipengaruhi oleh melemahnya harga kelapa di Malaysia yang kembali mengalami penurunan. Dengan harga jual yang rendah di negara tujuan, eksportir harus memperhitungkan biaya pembelian dari petani, pengumpulan, bongkar muat, hingga ongkos pengiriman karena dikhawatirkan tidak mampu menutup biaya operasional.

Selain harga yang turun, melemahnya permintaan juga berdampak langsung terhadap frekuensi keberangkatan kapal ekspor dari Sungai Guntung.

"Penurunan permintaan dari negara tujuan seperti Malaysia secara langsung berdampak pada penurunan frekuensi keberangkatan kapal ekspor jenis kargo curah atau kayu dari Sungai Guntung," jelasnya.

Ia menambahkan, kapal baru akan dijadwalkan berlayar apabila jumlah muatan telah memenuhi kuota minimal sesuai pesanan atau purchase order dari pembeli di luar negeri.

Di sisi lain, melimpahnya pasokan kelapa di Malaysia turut mengurangi kebutuhan impor dari Indonesia. Kondisi tersebut menyebabkan ekspor kelapa bulat dari Sungai Guntung tidak lagi seramai sebelumnya.

Capt. Yovan juga menegaskan bahwa UPP Sungai Guntung tidak memiliki kewenangan dalam menentukan harga kelapa maupun mengatur harga beli di tingkat petani.

"KUPP sama sekali tidak memiliki kewenangan dalam menentukan harga kelapa, harga beli dari petani, maupun harga jual komoditas. Hingga kini sebenarnya tidak ada pembatasan ekspor kelapa bulat dari pemerintah. Juga tidak ada pungutan atau pajak yang dikenakan untuk ekspor kelapa bulat. Penurunan ekspor kelapa bulat murni karena hukum permintaan dan penawaran pasar," tegasnya.

Menurutnya, tugas utama UPP Sungai Guntung adalah memastikan keselamatan pelayaran, kelancaran administrasi kapal, keamanan aktivitas pelabuhan, serta kesiapan fasilitas dermaga agar proses ekspor dapat berjalan dengan aman dan lancar.

"Kami di KUPP berkomitmen memastikan pelabuhan berfungsi sebagai jembatan logistik, menyediakan layanan administrasi yang cepat, memastikan dermaga siap digunakan, serta menjamin kapal yang membawa kelapa dapat berlayar dengan aman, selamat, dan lancar sampai tujuan," tutup Capt. Yovan.

Dengan harga kelapa di Malaysia yang kembali melemah, permintaan ekspor yang masih rendah, dan volume pengiriman yang belum pulih, aktivitas ekspor kelapa bulat dari Indragiri Hilir diperkirakan masih akan menghadapi tekanan dalam beberapa waktu ke depan. Selain faktor pasar, tantangan seperti kondisi iklim dan dinamika perdagangan internasional juga berpotensi memengaruhi kinerja ekspor komoditas unggulan tersebut.

#Indragiri Hilir

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index