VLOOD.ID - Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto terus melakukan berbagai langkah strategis dalam kunjungan kerjanya ke sejumlah kementerian dan lembaga di Jakarta. Salah satunya dengan mengunjungi PT Agrinas Palma Nusantara guna membahas peluang pemberdayaan masyarakat desa dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hulu.
Kunjungan yang berlangsung di Menara Agrinas pada 21 Mei 2026 itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Inhu Zulfahmi Adrian, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Indrawansyah, Kepala Bappedabrida Bobby Mauliantino, Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Perikanan Endang Muliawan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta Kepala Pelaksana BPBD PKP Mulyadi.
Rombongan Pemkab Inhu diterima langsung oleh Kepala Divisi Hubungan Kementerian dan Lembaga PT Agrinas Palma Nusantara Tetty Melina Lubis bersama jajaran manajemen lainnya, di antaranya Marsda TNI Purnawirawan Abimanyu Heru Antono, Farah Valensiyah Inggrid dan Andhika S. Pratama.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Ade menyampaikan berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat terkait kerja sama operasional (KSO) pengelolaan kebun yang dikelola Agrinas Palma Nusantara.
Menurutnya, masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu memiliki kemampuan dan pengalaman dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit sehingga diharapkan dapat dilibatkan secara langsung agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat sekitar.
“Terima kasih Bu Tetty, Pak Abimanyu beserta seluruh jajaran yang telah menerima kami dengan baik sehingga silaturahmi ini dapat berjalan lancar. Harapan kami ke depan masyarakat Indragiri Hulu bisa diberdayakan untuk bekerja sama mengelola kebun agar masyarakat merasakan manfaat dari keberadaan kebun di daerah mereka,” ujar Bupati Ade.
Bupati Ade juga menilai keterlibatan masyarakat desa dalam pengelolaan perkebunan akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara perusahaan dan warga sekitar.
Menanggapi harapan tersebut, Kepala Divisi Hubungan Kementerian dan Lembaga PT Agrinas Palma Nusantara, Tetty Melina Lubis, menjelaskan bahwa saat ini skema kerja sama operasional (KSO) masih dalam tahap moratorium.
“Untuk saat ini KSO masih moratorium. Sementara skema yang diterapkan dilakukan melalui vendor dan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi,” jelas Tetty Melina Lubis.
Ia menambahkan, pihak Agrinas Palma Nusantara juga membuka peluang keterlibatan masyarakat melalui kelembagaan desa seperti BUMDes, koperasi maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Kita harus berupaya agar masyarakat bisa terlibat melalui BUMDes, koperasi maupun BUMD. Kami juga akan melakukan sosialisasi agar masyarakat lebih memahami kriteria yang dipersyaratkan,” tambahnya.
Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi antara kedua belah pihak guna membahas peluang sinergi dan pemberdayaan masyarakat desa dalam pengelolaan sektor perkebunan di Kabupaten Indragiri Hulu.