VLOOD.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terus berupaya mengoptimalkan capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang saat ini baru mencapai 18 persen dari target 46 persen.
Untuk mempercepat pencapaian target sekaligus mengatasi berbagai kendala di lapangan, Dinkes Inhu mempersiapkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) TB dan CKG Terintegrasi serta Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Kepala Dinas Kesehatan Inhu, Kamis (6/8/2026).
Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hulu yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syaiful Bahri. Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Inhu Indrawansyah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhu Dudy Sunandar, Kepala DPPKB-PPA Inhu Evi Irma Junita, serta perwakilan Dinas Sosial, Satpol PP, Bagian Hukum, Bagian Perekonomian dan SDA, dan sejumlah pejabat eselon III di lingkungan Dinkes Inhu.
Capaian CKG Baru 18 Persen
Dalam laporannya, Plt. Kadinkes Inhu Indrawansyah menyampaikan bahwa capaian CKG di Kabupaten Indragiri Hulu masih berada di angka 18 persen, sementara target yang harus dicapai sebesar 46 persen.
Menurutnya, CKG merupakan program nasional yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak agar pelaksanaannya dapat berjalan maksimal.
"Program Cek Kesehatan Gratis ini adalah program nasional dengan atensi langsung Presiden Prabowo. Update data terkini, capaian CKG kita baru mencapai 18 persen. Kawan-kawan di Puskesmas terus berupaya mencapai target yang diberikan," ujar Indrawansyah.
Ia menjelaskan, petugas di lapangan menghadapi sejumlah kendala dalam pelaksanaan CKG. Salah satunya berkaitan dengan penggunaan sejumlah aplikasi yang membuat petugas harus melakukan entri data secara berulang.
Selain itu, masih ditemukan persoalan ketidaksesuaian atau ketidaksinkronan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang turut menghambat proses pelayanan.
"Supaya petugas kami di lapangan bisa fokus dan nyaman dalam bekerja, perlu dukungan seluruh stakeholder terkait. Ada beberapa kendala seperti aplikasi yang terlalu banyak, sehingga petugas harus entry berulang di aplikasi berbeda, NIK yang tidak sinkron, belum lagi permasalahan lain di lapangan," jelasnya.
Dinkes Dorong CKG Terintegrasi
Indrawansyah menilai pelaksanaan CKG perlu dilakukan secara terintegrasi agar pelayanan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.