Perkuat Kemitraan Media, PT ITA Bawa Wartawan Sungai Apit Kunjungi ANTARA dan PWI Batam

Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:35:03 WIB

VLOOD.ID – PT Imbang Tata Alam (ITA) bersama rombongan wartawan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, melaksanakan program Media Field Trip ke Batam, Kepulauan Riau, pada 20–24 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat kemitraan antara perusahaan dan insan pers sekaligus memperluas wawasan tentang sejarah, jurnalistik, serta pelestarian lingkungan.

Melalui program tersebut, rombongan mengunjungi sejumlah tempat, di antaranya Kantor Berita ANTARA Biro Kepulauan Riau, Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Batam, serta situs bersejarah Kampung Pengungsi Vietnam di Pulau Galang.

Program ini merupakan bentuk dukungan PT Imbang Tata Alam terhadap kegiatan kemitraan bersama wartawan Sungai Apit yang telah direncanakan sejak lama dan akhirnya terlaksana pada Oktober 2026.

Rombongan didampingi Media Relation Officer EMP, Hans Hardi, serta Koordinator CSR PT Imbang Tata Alam wilayah Kurau, Kecamatan Merbau, Arif Hidayatullah.

Kunjungi ANTARA Kepri, Pelajari Sejarah dan Prinsip Akurasi Berita

Kunjungan pertama dilakukan ke Kantor Berita ANTARA Biro Kepulauan Riau pada 21 Oktober 2026. Kedatangan rombongan disambut langsung Kepala Biro ANTARA Kepri, Yunanti Jannatun Naim, bersama sejumlah staf.

Dalam diskusi tersebut, Yunanti memaparkan sejarah berdirinya ANTARA pada 13 Desember 1937. Kantor berita ini didirikan oleh para tokoh pergerakan nasional, yakni Adam Malik, Soemanang, A.M. Sipahoetar, dan Pandoe Kartawigoena, sebagai upaya menghadirkan pemberitaan yang menyuarakan kepentingan rakyat Indonesia di tengah dominasi media kolonial.

ANTARA kemudian berkembang menjadi Lembaga Kantor Berita Nasional pada 1962. Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2007, ANTARA bertransformasi menjadi Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA.

Selain membahas sejarah, Yunanti juga menekankan pentingnya akurasi dan keberimbangan dalam praktik jurnalistik, terutama ketika memberitakan perkara hukum.

Menurutnya, wartawan harus mengedepankan konfirmasi, melakukan verifikasi secara berulang, serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipertanggungjawabkan.

“Biar lambat asal akurat,” ungkap Yunanti kepada rombongan Media Field Trip.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para wartawan bahwa kecepatan menyampaikan informasi harus tetap diimbangi dengan ketelitian dan tanggung jawab jurnalistik.

PWI Batam Apresiasi Program Kemitraan PT ITA

Suasana keakraban berlanjut ketika rombongan mengunjungi Kantor PWI Batam. Kedatangan mereka disambut Ketua PWI Batam, Muhammad Khafi Anshary, bersama jajaran pengurus.

Pertemuan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai dunia jurnalistik, kondisi lingkungan di daerah masing-masing, serta peran perusahaan dan media dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Koordinator CSR PT Imbang Tata Alam, Arif Hidayatullah, memaparkan sejumlah program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), khususnya di bidang pelestarian lingkungan.

Program tersebut mencakup pelestarian mangrove, perlindungan ekosistem pesisir, serta upaya mengurangi dampak abrasi dan erosi. Selain lingkungan, program CSR PT ITA juga diarahkan pada pembangunan infrastruktur jalan, penyediaan air bersih, dan pendidikan.

Arif menjelaskan bahwa salah satu program unggulan perusahaan ialah pembinaan kawasan wisata mangrove di wilayah kerjanya, yakni Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah di Kampung Kayu Ara Permai, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Kawasan tersebut dikelola secara swadaya oleh masyarakat melalui Kelompok Konservasi Laskar Mandiri. Selain menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan, kawasan ini juga dikembangkan sebagai pusat pembelajaran melalui Sekolah Alam Bakau.

Kegiatan edukasi di dalamnya meliputi pengenalan ekosistem mangrove, pembibitan, hingga penanaman mangrove.

“Tujuannya mengedukasi generasi muda agar peduli terhadap lingkungan pesisir dan budaya lokal. Mangrove Sungai Bersejarah ini juga menjadi pusat kegiatan mahasiswa dan akademisi, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk melakukan penelitian ilmiah dan kegiatan lingkungan lainnya,” jelas Arif.

PWI Batam Soroti Kerusakan Mangrove

Ketua PWI Batam, Muhammad Khafi Anshary, menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan wartawan Sungai Apit dalam program Media Field Trip yang didukung PT Imbang Tata Alam.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, serta memahami karakteristik sosial dan kondisi lingkungan di masing-masing daerah.

Khafi juga menyoroti sejumlah hal yang dibahas dalam pertemuan, mulai dari pelestarian kawasan konservasi mangrove, pengembangan Sekolah Alam pada akhir pekan, hingga pentingnya kemitraan antara perusahaan dan media.

Ia menilai program pelestarian lingkungan yang dijalankan PT ITA dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam meningkatkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan.

Menurut Khafi, kerusakan kawasan mangrove di Batam masih menjadi perhatian. Karena itu, diperlukan langkah nyata dan kolaborasi berbagai pihak untuk mendorong pemulihan ekosistem pesisir.

“Melalui diskusi ini, kami merasa tersentuh dengan upaya pemulihan mangrove yang dilakukan. Polanya bisa melalui swadaya masyarakat ataupun kemitraan dengan perusahaan. Hal ini juga akan kami bahas bersama pengurus dan anggota PWI lainnya,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh dari kunjungan tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi PWI Batam dalam mengembangkan inisiatif pelestarian lingkungan di wilayahnya.

Silaturahmi Berlanjut, PWI Batam Berencana Kunjungi Mangrove Sungai Apit

Mengakhiri pertemuan, Khafi berharap hubungan silaturahmi dan komunikasi antara wartawan Sungai Apit, PWI Batam, serta PT Imbang Tata Alam dapat terus terjalin.

Ia juga menyampaikan rencana untuk berkunjung langsung ke Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah di Kampung Kayu Ara Permai, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

“Dengan sudah hadirnya rekan-rekan rombongan Media Field Trip Sungai Apit ke Kantor PWI Batam, saya bersama pengurus PWI Batam, insyaallah, akan berkunjung juga ke wilayah wisata mangrove Kayu Ara Permai, Kecamatan Sungai Apit,” tuturnya.

Melalui kegiatan Media Field Trip ini, diharapkan hubungan kemitraan antara perusahaan dan insan pers semakin kuat. Pertukaran pengalaman tersebut juga diharapkan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam pengembangan kapasitas jurnalistik dan peningkatan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir. (Rizal) 

Terkini