VLOOD.ID - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terus mempercepat persiapan operasional Poli Jantung RSUD Indrasari. Salah satu kebutuhan utama yang kini dimatangkan adalah ketersediaan daya listrik dan infrastruktur jaringan untuk mendukung pengoperasian peralatan Cathlab Jantung bantuan Kementerian Kesehatan RI.
Untuk mencari solusi atas kebutuhan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Indragiri Hulu, Indrawansyah, bersama Direktur RSUD Indrasari, drg. Dwiyana Syahputri, kembali melakukan pertemuan dengan manajemen PT PLN UID Riau dan Kepulauan Riau di ruang rapat Gedung UID Riau-Kepri, Jumat (7/8/2026).
Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Manajer Strategi Pemasaran Pemda PT PLN UID Riau-Kepri, Aan Jeffri, bersama jajaran terkait.
RSUD Indrasari Butuh Tambahan Daya untuk Cathlab
Dalam pertemuan tersebut, Direktur RSUD Indrasari drg. Dwiyana Syahputri memaparkan kebutuhan kelistrikan yang harus dipenuhi agar Poli Jantung dapat segera beroperasi.
Ia menjelaskan, RSUD Indrasari telah menerima bantuan peralatan Cathlab Jantung dari Kementerian Kesehatan RI. Namun, peralatan tersebut membutuhkan dukungan kelistrikan dengan kapasitas dan spesifikasi tertentu.
"Kami mendapatkan bantuan alat Cathlab Jantung dari Kemenkes RI. Untuk pengoperasian peralatan ini, kita memerlukan peningkatan daya listrik di RSUD Indrasari, termasuk pemasangan jaringan baru sesuai dengan spesifikasi peralatan yang ada. Harapan kami secepatnya Poli Jantung ini bisa dibuka dan memberikan layanan kepada pasien," ujar Dwiyana.
PLN Pastikan Penambahan Daya Sedang Berproses
Menanggapi kebutuhan tersebut, Manajer Strategi Pemasaran Pemda PT PLN UID Riau-Kepri, Aan Jeffri, memastikan proses peningkatan daya listrik untuk RSUD Indrasari sedang berjalan.
Menurutnya, penambahan daya akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan jaringan listrik yang tersedia.
"Peningkatan daya sudah berproses. Akan dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus, tentunya menyesuaikan dengan kesiapan jaringan listriknya," jelas Aan Jeffri.
Ia juga menjelaskan pembagian tanggung jawab dalam pembangunan jaringan listrik. Pemasangan jaringan dari gardu listrik hingga meteran menjadi bagian yang dapat ditangani PLN, sementara pembangunan infrastruktur jaringan di sisi pelanggan menjadi tanggung jawab pihak pelanggan.